Tinggal marah-marah, nangis, mukul, nendang, ataupun teriak-teriak...
Apalagi kalo emosi yang didasari oleh konflik kita dengan orang lain...
huuhh.. penginnya nonjok orang itu kali yaaa...
nmaun, kadang ketika sudah mengeluarkan emosi berkali-kali.. tapi kok
masih belum ada perubahan ya..
Kok belum keluar solusinya...
Kenapa bisa begitu yahhh ??
Memang sih, ada sebagian kita yang mengeluarkan emosi ya..
Hanya untuk dikeluarkan saja tanpa perlu mencari solusi..
Karena dengan keluar emosinya.. kita sudah merasa lebih ringan...
Namun bila emosi sudah dikeluarkan ternyata belum terasa ringan juga...
Atau bila sudah terasa ringan, tapi kok masih bersifat sementara..
Kok beberapa waktu lagi kita mbundet lagi dengan pikiran dan masalah kita..
Nah ini dia yang perlu dicermati..
Sebenernya bila kita sudah merasa lebih ringan, kita lebih bisa berpikir jernih dan obyektif..
Kita bisa melihat masalah kita dari luar...
Ibaratnya kita seperti sekelompok ikan di aquarium toples , ketika pikiran kita sudah lebih jernih, kita akan bisa menjadi pihak yang melihat diri kita di dalam toples aquarium tersebut..
Nah kesempatan ini yang perlu dioptimalkan untuk berorientasi pada solusi..
Bukalah hati kita untuk mencari tahu apa yang kita inginkan..
Dengarkan hati bersuara seperti apa..
Analisislah mengapa kita tetep berada dalam siatusi mbundet itu..
Carilah kontribusi masing-masing pihak yang memperkeruh masalah kita..
Lihatlah dari masing-masing kontribusi tersebut.. mana kontribusi kita yang cukup mengambil peran juga...
Mulailah menyelesaikan masalah dengan menyadari apa yang menjadi kontribusi kita...
Mulailah untuk mengambil tindakan untuk mengurangi permasalahan yang bermula dari kontribusi kita..
Bagian yang menjadi kontribusi orang lain atas peliknya masalah kita.. ya itu menjadi tugas orang tersebut..
Karena, tidak semua masalah harus bisa kita atasi sendiri saat itu juga..
Kita hanya perlu adil juiga dengan diri kita sendiri, bahwa pihak lain pun memiliki kontribusi dan harus melakuakn sesuatu untuk mengeluarkan kita dari masalah yang dihadapi..
Yap..
Berorientasi ke solusi... itu yang perlu kita ingat..
Cari kontribusi setiap pihak atas peliknya masalah kita..
Dengarkan hati apa yang diinginkan..
Mulailah dengan mengambil aksi untuk mengurangi kontribusi kita yang bisa membuat memburuk, menjadi kontribusi yang membuat lebih produktif terhadap solusi masalah kita..
Jadi, kembali ke masalah mengeluarkan emosi tadi..
Mengeluarkan emosi adalah tahapan awalnya..
Setelah itu.. supaya lebih produktif.. lihat masalah kita dari jauh..
Fokuskan ke pencarian solusinya..